Motif batik ini dikembangkan oleh tiga anak muda asal Surakarta, Muhammad Jafron Syah, Amirul Mukminin, dan Annisa Febti Suhardi. Awalnya mereka menciptakan batik anatomi untuk sebuah kompetisi saat mereka masih duduk di bangku kuliah 2009 lalu.
Melihat pasar ini, ketiga anak muda ini kemudian membuat kreasi batik anatomi mereka ke dalam merek Oemah Batik Anatomi. Pemasaran melalui website dan bazaar pun membuat merek ini makin dikenal.Jafron mengatakan, saat ini Oemah Batik Anatomi memiliki lima motif, yaitu motif aktinenkim, motif sklereida, motif pembuahan, motif epidermis, dan motif anther yang merupakan bentuk binatang atau tumbuhan yang dilihat dari mikroskop.Ternyata minat orang-orang sekitar cukup tinggi dengan batik anatomi. Dengan warna-warna atraktif dan motif unik, batik anatomi pun memiliki pasar tersendiri. Pencinta batik dari mulai orang tua hingga anak muda menjadikannya bahan andalan dalam membuat pakaian. Tak hanya itu, batik anatomi juga dapat digunakan sebagaiscarf yang membuat penampilan pemakaiannya bertambah stylish.
"Kami mencari bentuk-bentuk makluk hidup yang memiliki nilai seni jika dilihat dari mikroskop untuk dijadikan motif batik," kata Jafron kepada Liputan 6.com, Jumat (1/4/2016).
Menggunakan teknik cap untuk membuatnya, Oemah Batik Anatomi pun tidak meninggalkan esensi kain batik yang tidak dicetak.
0 komentar:
Posting Komentar